Featured Post
SURAT DARI IWAN UNTUK TUHAN

IWAN adalah seorang preman yang baru insyaf. Ingin berusaha jujur dan ingin mengenal Tuhan. Ketika sedang merintis kehidupan baru yang lu...

Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Maret 2017

5 Kondisi yang membuat karyawan terbaik mengundurkan diri

Mengutip tulisan Anis Uzzaman dalam buku StartupPedia, setiap perusahaan pada umumnya berpikir bahwa mereka telah bekerja dengan baik dalam urusan pengelolaan sumber daya manusia (SDM). 


Di era yang serba kompetitif seperti sekarang, kehilangan karyawan terbaik telah menjadi sesuatu yang tak hanya harus dibayar mahal menggunakan uang, tetapi juga dengan waktu dan tenaga.

Oleh karena itu, sebuah manajemen SDM yang ideal sepatutnya bisa menyeimbangkan kebutuhan rekrutmen tenaga baru dan memperhatikan kebahagiaan karyawan yang telah bergabung lebih dahulu. Tantangan ini berlaku tak hanya di perusahaan besar saja, tetapi juga dalam ranah startup yang umumnya memiliki keterbatasan dari sisi tenaga dan kapital.

Untuk memastikan loyalitas selalu terjaga, perusahaan perlu mendalami betul alasan umum yang mendorong karyawan terbaik pergi meninggalkan pekerjaan mereka. Hal ini diperlukan untuk mempertimbangkan strategi manajemen SDM perusahaan, dengan harapan bisa meminimalkan kemungkinan perginya karyawan terbaik.

Terlepas dari faktor di luar kendali seperti tawaran kerja baru, pertimbangan personal karyawan, atau lainnya, menurut saya ada lima alasan dari sisi internal mengapa karyawan terbaik mengundurkan diri, meski tampak begitu menyukai pekerjaannya. Berikut adalah kelima alasan tersebut.

1.Situasi yang stagnan

Seorang pekerja (baik di perusahaan besar maupun startup) cenderung tidak ingin terjebak dalam pekerjaan yang menjemukan selama bertahun-tahun. Melakukan rutinitas pekerjaan yang sama berulang-ulang tanpa merasakan perubahan berarti dapat diartikan sebagai bentuk stagnan. Hal ini bisa menyebabkan rasa jenuh yang perlahan-lahan membuat orang tak lagi menyukai pekerjaan mereka.

Berdasarkan survei yang dirilis oleh Glassdoor, sebuah perusahaan yang menyediakan platform pencarian kerja online, pekerja yang terus-menerus berada dalam kondisi stagnan umumnya akan meninggalkan pekerjaan mereka untuk mencari hal baru di luar perusahaan. Cara yang bisa ditempuh perusahaan untuk menghindar dari situasi stagnan adalah menciptakan jenjang jalur karier yang jelas, agar karyawan bisa melihat ke mana arah mereka di masa akan datang.

Selain itu, memberikan kesempatan karyawan untuk menyumbang ide baru adalah salah satu upaya terbaik dalam menghindarkan pekerja dari situasi stagnan. Dengan kesempatan yang diperolehnya, seorang pekerja bisa berimprovisasi terhadap pekerjaan dan berkreasi menghasilkan sesuatu yang di luar ekspektasi perusahaan.

Kebebasan berkreasi dan menyumbang ide semacam ini menjadi suatu hal lebih mudah ditemui di dunia startup. Dengan kultur yang cenderung dinamis, seorang pekerja dapat terhindar dari perasaan stagnan, dan merasa bahwa dirinya lebih dari sebatas sekrup kecil dalam sebuah mesin yang kompleks.

2.Kerja yang terlalu diforsir

Tidak ada situasi lain yang membuat orang begitu cepat membenci pekerjaan mereka selain kondisi kerja yang berlebihan atau overwork. Rasa lelah dan stres tinggi merupakan alasan yang perlu diketahui para petinggi perusahaan, apalagi di saat mereka memberlakukannya dalam situasi yang cukup genting.

Jangan sampai beban kerja berlebih ditimpakan hanya pada individu terbaik perusahaan, meski kemampuan yang dimilikinya sangat dibutuhkan. Manajemen perlu mempertimbangkan dampak overwork terhadap karyawan dan memberikan apresiasi lebih, seperti berupa insentif bonus, tambahan masa cuti, atau lain sebagainya.

Kebutuhan kerja keras perlu diimbangi dengan inisiatif kerja cerdas

Kondisi overwork bukanlah sesuatu yang mustahil ditemukan di era serba kompetitif seperti sekarang, baik di lingkup perusahaan besar maupun dalam startup. Dengan medan persaingan yang begitu sengit, kebutuhan kerja keras perlu diimbangi dengan inisiatif kerja cerdas, agar karyawan tetap merasa dimanusiakan.

3. Kondisi perusahaan yang kurang apresiatif

Pekerja tak ubahnya manusia pada umumnya. Para karyawan memiliki kebutuhan untuk dihargai atas pencapaian yang telah diperoleh, terutama dari hasil jerih payah mereka. Penghargaan bisa menjadi motivasi untuk terus melakukan yang terbaik dalam hal pekerjaan mereka.

Kekurangan terhadap apresiasi juga bisa mendorong seorang karyawan melirik tawaran kerja lain yang ada di luar perusahaan. Ketika manajemen kurang menghargai jerih payah seorang karyawan, mereka tidak hanya gagal memotivasi kinerjanya, tetapi juga gagal memberikan efek positif terhadap kultur pekerjaan yang susah payah dibangun.

Pemberian apresiasi tak harus berupa kenaikan gaji, insentif cuti, atau fasilitas lain-lain. Perusahaan bisa saja menempuh cara mudah seperti pemberian pujian, atau sekadar perhatian lebih dari atasan. Intinya dengan memberikan apresiasi, setidaknya karyawan tidak merasa diperas dari segi tenaga mereka saja.

4.Kultur bekerja apatis dan kompetitif

Kultur perusahaan yang positif cenderung menciptakan pengalaman kerja atraktif untuk dijalani para karyawan. Sebaliknya ketika kultur tersebut mementingkan pencapaian individual, kurang bersahabat, atau apatis, nuansa bekerja tidak lagi akan disenangi.

Mengapa? Karena dalam lingkup pekerjaan model “hukum rimba” semacam ini, melakoni pekerjaan tak lebih dari sekadar upaya bertahan hidup di lingkungan profesional yang sangat kompetitif.

Model lingkungan atau kultur bekerja semacam ini umumnya jarang dijumpai dalam ranah startup, namun bukan berarti tidak ada. Seiring dengan makin besarnya perusahaan atau startup tempat kamu bekerja, semakin besar kemungkinan kultur bekerja yang mengedepankan sisi kompetitif akan muncul.

Di saat para karyawan sudah muak dan tak lagi betah dengan suasana kerja ini, jangan salahkan jika karyawan terbaik lebih memilih keluar mencari suasana baru di perusahaan lainnya.

5.Arah perusahaan yang tidak jelas

Salah salah satu kemampuan karyawan adalah mengamati, merasakan, dan menilai situasi perusahaan secara langsung dari dalam. Dari pandangan itulah, mereka menilai apakah sebuah perusahaan maupun startup mampu mencapai visi dan misi yang telah ditentukan.

Seorang individu profesional pastinya tidak ingin dibuai dengan mimpi yang terlalu tinggi dari perusahaan maupun startup tempat ia bekerja. Ia akan jeli mengamati situasi yang terjadi di sekitar, mulai dari kesehatan finansial perusahaan, arah kebijakan, pergeseran kultur, dan lain-lain.

Situasi terburuk dari proses observasi ini adalah ketika kantor tempatnya bekerja mulai memperlihatkan pertanda buruk yang berpotensi merugikan karyawan di kemudian hari. Kondisi seperti gaji yang telat dibayar berbulan-bulan, pemutusan hubungan kerja karena salah kebijakan direksi, dan lainnya bisa menjadi sinyal untuk mencari “sekoci” baru bagi mereka.

Itulah tadi lima alasan yang dapat menyebabkan karyawan terbaik mengundurkan diri dari pekerjaan mereka, baik itu di lingkup perusahaan besar maupun dalam startup. Jika kamu memiliki contoh atau alasan lain yang menyebabkan seseorang keluar dari kantor yang menaunginya. 

Semoga artikel di atas bermanfaat.

Anis Uzzaman

Minggu, 05 Maret 2017

Air dan filosofi Dibalik Kelembutan Tersimpan Kekuatan


AIR, salah satu ciptaan Allah yang sangat sempurna. Sebagai salah satu syarat kehidupan di satu planet yang bertipe M, yaitu planet yang dapat dihuni oleh manusia.  Air dapat mengikuti bentuk dari tempat yang di isinya,  mengikuti bentuk gelas bila dimasukan ke gelas,  mengikuti bentuk botol bila berada di dalam botol dsb.


Dari air terbentuknya unsur oksigen untuk bernafasnya manusia, hewan dan tumbuhan. Dengan air dapat menghilangkan dahaga dahaganya seluruh makhluk termasuk tumbuhan. 

Air sekaligus memiliki dua sifat bertentangan yaitu kelembutan dan kerusakan, ketenangan dan keganasan. Namun juga memiliki sifat penghantar listrik atau energi dengan apapun yang dikehendaki oleh manusia. 

AIR asalnya adalah suci,  walaupun terkotori,  dia akan kembali suci dengan menguap meninggalkan kekotoran kemudian mengembun kembali menjadi air. 

Tanpa disadari, tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air dan tanpa air pula manusia kesulitan dalam menjalani hidup. 

Lantas kenapa air bisa ikut bergolak menjadi kekuatan yang ganas ketika alam murka atau alam bergerak untuk keseimbangan?. Karena air mengandung sifat api yaitu unsur hidrogen yang dominan dan unsur ini sebenarnya penuh rahasia dan memiliki manfaat dahsyat bila dapat mengolahnya menjadi energi yang dahsyat seperti yang pernah diunggapkan Einstein,  kekuatannya lebih besar dari energi nuklir uranium atau plutonium. Bila diolah dan digunakan untuk kemaslahatan umat, maka energi hidrogen menjadikan manusia tidak akan kekurangan kebutuhan akan energi listrik dan bahan bakar pengganti minyak bumi. 

AIR menjadi inspirasi bagi ahli bela diri menciptakan jurus dan olah gerak energi yang telah teruji. 

Subhanallah. Maha Suci Allah yang menciptakan air. Di balik kelembutannya terdapat kekuatan yang dahsyat. 

Minggu, 11 September 2016

Sepenggal Kisah Lagu Kala Tangan dan Kaki Berkata



Penyair Taufiq Ismail menulis sebuah artikel tentang Chrisye atau Krismansyah Rahadi (1949-2007) di majalah sastra HORISON.


Di tahun 1997 saya bertemu Chrisye sehabis sebuah acara, dan dia berkata, “Bang, saya punya sebuah lagu. Saya sudah coba menuliskan kata-katanya, tapi saya tidak puas. Bisakah Abang tolong tuliskan liriknya?” Karena saya suka lagu-lagu Chrisye, saya katakan bisa. Saya tanyakan kapan mesti selesai. Dia bilang sebulan. Menilik kegiatan saya yang lain,deadline sebulan itu bolehlah.

Kaset lagu itu dikirimkannya, berikut keterangan berapa baris lirik diperlukan, dan untuk setiap larik berapa jumlah ketukannya, yang akan diisi dengan suku kata. Chrisye menginginkan puisi relijius.

Kemudian saya dengarkan lagu itu. Indah sekali. Saya suka betul. Sesudah seminggu, tidak ada ide. Dua minggu begitu juga. Minggu ketiga inspirasi masih tertutup. Saya mulai gelisah. Di ujung minggu keempat tetap buntu. Saya heran. Padahal lagu itu cantik jelita. Tapi kalau ide memang macet, apa mau dikatakan. Tampaknya saya akan telepon Chrisye keesokan harinya dan saya mau bilang, “Chris, maaf ya, macet. Sori.” Saya akan kembalikan pita rekaman itu.

Saya punya kebiasaan rutin baca Surah Yasin. Malam itu, ketika sampai ayat 65 yang berbunyi : "A’udzubillahiminasy syaithonirrojim. “Alyauma nakhtimu ’alaa afwahihim, wa tukallimuna aidhihim, wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanu yaksibuun” saya berhenti. 

Maknanya, “Pada hari ini Kami akan tutup mulut mereka dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, dan kaki mereka akan bersaksi tentang apa yang telah mereka lakukan.” Saya tergugah. Makna ayat tentang Hari Pengadilan Akhir ini luar biasa!

Saya hidupkan lagi pita rekaman dan saya bergegas memindahkan makna itu ke larik-larik lagu tersebut. Pada mulanya saya ragu apakah makna yang sangat berbobot itu akan bisa masuk pas ke dalamnya. Bismillah. Keragu-raguan teratasi dan alhamdulillah penulisan lirik itu selesai. Lagu itu saya beri judul Ketika Tangan dan Kaki Berkata.

Keesokannya dengan lega saya berkata di telepon, “Chris, alhamdulillah selesai.” Chrisye sangat gembira. Saya belum beritahu padanya asal-usul inspirasi lirik tersebut.

Berikutnya hal tidak biasa terjadilah. Ketika berlatih di kamar menyanyikannya baru dua baris Chrisye menangis, menyanyi lagi, menangis lagi, berkali-kali.
...
Di dalam memoarnya yang dituliskan Alberthiene Endah, Chrisye–Sebuah Memoar Musikal, 2007 (halaman 308-309), bertutur Chrisye: 

"Lirik yang dibuat Taufiq Ismail adalah satu-satunya lirik dahsyat sepanjang karier, yang menggetarkan sekujur tubuh saya. Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu. Liriknya benar-benar mencekam dan menggetarkan. Dibungkus melodi yang begitu menyayat, lagu itu bertambah susah saya nyanyikan! Di kamar, saya berkali-kali menyanyikan lagu itu. Baru dua baris, air mata saya membanjir. Saya coba lagi. Menangis lagi. istri saya, Yanti, sampai syok! Dia kaget melihat respons saya yang tidak biasa terhadap sebuah lagu. Taufiq memberi judul pada lagu itu sederhana sekali, Ketika Tangan dan Kaki Berkata.

Lirik itu begitu merasuk dan membuat saya dihadapkan pada kenyataan, betapa tak berdayanya manusia ketika hari akhir tiba. Sepanjang malam saya gelisah. Saya akhirnya menelepon Taufiq dan menceritakan kesulitan saya.

“Saya mendapatkan ilham lirik itu dari Surat Yasin ayat 65…” kata Taufiq. Ia menyarankan saya untuk tenang saat menyanyikannya. Karena sebagaimana bunyi ayatnya, orang memang sering kali tergetar membaca isinya.

Walau sudah ditenangkan Yanti dan Taufiq, tetap saja saya menemukan kesulitan saat mencoba merekam di studio. Gagal, dan gagal lagi. Berkali-kali saya menangis dan duduk dengan lemas. Gila! Seumur-umur, sepanjang sejarah karir saya, belum pernah saya merasakan hal seperti ini. Dilumpuhkan oleh lagu sendiri!

Butuh kekuatan untuk bisa menyanyikan lagu itu. Erwin Gutawa yang sudah senewen menunggu lagu terakhir yang belum direkam itu, langsung mengingatkan saya, bahwa keberangkatan ke Australia sudah tak bisa ditunda lagi. Hari terakhir menjelang ke Australia, saya lalu mengajak Yanti ke studio, menemani saya rekaman. Yanti sholat khusus untuk mendoakan saya.

Dengan susah payah, akhirnya saya bisa menyanyikan lagu itu hingga selesai. Dan tidak ada "take" ulang! Tidak mungkin. Karena saya sudah menangis dan tak sanggup menyanyikannya lagi. Jadi jika sekarang Anda mendengarkan lagu itu, itulah suara saya dengan getaran yang paling autentik, dan tak terulang! Jangankan menyanyikannya lagi, bila saya mendengarkan lagu itu saja, rasanya ingin berlari!

Lagu itu menjadi salah satu lagu paling penting dalam deretan lagu yang pernah saya nyanyikan. Kekuatan spiritual di dalamnya benar-benar meluluhkan perasaan. Itulah pengalaman batin saya yang paling dalam selama menyanyi.

Penuturan Chrisye dalam memoarnya itu mengejutkan saya. Penghayatannya terhadap Pengadilan Hari Akhir sedemikian sensitif dan luarbiasanya, dengan saksi tetesan air matanya. Bukan main. Saya tidak menyangka sedemikian mendalam penghayatannya terhadap makna Pengadilan Hari Akhirat kelak.

Bila Anda penasaran dengan lagu ini silahkan lihat videonya di youtube.