Featured Post
SURAT DARI IWAN UNTUK TUHAN

IWAN adalah seorang preman yang baru insyaf. Ingin berusaha jujur dan ingin mengenal Tuhan. Ketika sedang merintis kehidupan baru yang lu...

Tampilkan postingan dengan label Health. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Health. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Juni 2018

A Brain Surgeon's Tips for Handling Stress Head-On


If you're comfortable, you're not learning, this neurosurgeon advises. Oh, and another thing: "Never cut what you can't see."

Most people at least try to avoid stress, especially when it comes to business and workplace conflicts. Even successful, high-profile business icons struggle with how to handle stress: Elon Musk recently admitted in a tweet reported on by CNBC that he faces "unrelenting stress."

That's alarming to hear from such a famous and successful entrepreneur. And he's hardly alone in the world of business: But as a businessman myself, and a neurosurgeon, I've discovered that the secret to a more fulfilling, successful life and career is to engage with stress, not run away from it.

In fact, many stressors we encounter are actually beneficial. Without the stress of gravity, our bones would soften; without the stress of exercise, our muscles would atrophy; and without the active engagement of our minds, our intellects would weaken and we would become more susceptible to dementia.

What's more, when we're not exposed to stress, we're not learning or growing or getting stronger. Only when we fully engage in stressful situations and face our fears head on can we succeed in our personal and professional lives.

As a surgeon, I've encountered numerous high-stress circumstances requiring a cool head and decisive action. The discipline of neurosurgery has helped me develop cognitive dominance: It's enhanced my situational awareness for making rapid and accurate decisions under stressful conditions, while the clock was ticking.

But if my years of making life-or-death decisions in the operating room have taught me anything, it's that all of us must have the right tools to conquer one of the fiercest opponents any of us face: stress and fear. So, the next time you face a high-stress situation, try the following strategies for making better decisions under extreme pressure.

1. Always place a drain.

While many difficult situations in life are out of our control, others should never occur in the first place.

There's a rule in brain tumor surgery: 
"Always place a drain".

That preemptive procedure of putting into place a fluid drain gives surgeons more control of the operative micro-environment and makes the removal of a tumor safer by providing a "pop off" valve that can relieve intracranial pressure. By following this rule, we prevent a life-threatening problem during surgery and control our stress in the OR.

What are your safety valves? What are the "rules" you follow in your life that control stress and keep it in check?

One way to manage stress in the workplace is to deal with your overloaded email inbox. If you find yourself drowning in emails, with unanswered messages from months ago still sitting in inbox purgatory, wipe the slate clean and start fresh with an "email bankruptcy." Simply delete all emails in your inbox with dates that are over a month old and move on.

With so much electronic communication today, who can possibly keep up? Striving to do so will only result in unnecessary stress, distracting you from truly important matters. An email bankruptcy allows you to stay in the current moment and keep your thoughts focused. (Besides, if something is truly important, the sender will follow up.)

Taking simple burdens such as these off your shoulders will free you up to make better, more level-headed decisions in all aspects of life.

2. Never cut what you can't see.

This pearl is based on the first rule of neurosurgery from my mentor, the master neurosurgeon Peter Jannetta: 
"Never cut what you can't see".

Just as illumination and magnification are vital to surgeons, making tough decisions under pressure requires first shining a light on an issue and studying the situation closely to determine its true nature and ultimate solution.

I recently encountered significant stress in preparing for the most important toast of my life ... for my only daughter's wedding. I struggled with a flood of emotions the week before and broke down every time I also practiced my toast -- a lot. After a lot of thought, I realized my problem stemmed from remorse at missing out on so many events in my daughter's childhood due to my hectic surgery schedule.

Illuminating the issue allowed me to accept that these thoughts were natural for someone in my profession: surgeons whose medical duties often bump up against family obligations. Rather than letting regret torpedo my speech, however, I determined to apply myself to being a better, more present parent in her adulthood.

If you're running up against a roadblock or find yourself in a stressful or tense position, first shine a light on the issue and look at it from multiple perspectives. Ask yourself, "Why am I so anxious about this upcoming business meeting?" or "What's really making me clash with this particular team member?" Make a point to illuminate, magnify and dissect your problem: The anatomy of the issue might be right in front of you, and you just haven't been able to recognize it yet.

3. Get a second opinion. 

Avoid your first reaction to any stressful event, as it's often the wrong one. Almost invariably, your first reaction is going to be geared toward self-preservation, and that's not generally the best solution to any problem. Instead, find ways to depersonalize the situation, removing emotion from the decision-making process to make smarter choices based on measured facts and different perspectives, not off-the-cuff feelings.

For example, I find it difficult to maintain a balanced perspective when a patient isn't doing well or has unexpected symptoms after a surgery, so I often turn to one of the five other doctors in my practice for an unbiased, third-party analysis. Reaching out for another opinion is helpful from the perspective of achieving optimum care and deleting the emotional aspect.

If you find yourself stressed, nervous or under the gun, don't leave the decision on your own shoulders. Get an outside opinion from a trusted partner, colleague, friend or mentor to obtain an unbiased assessment.
__________________

Mark McLaughlin, MD
Neurosurgeon, Princeton Brain and Spine Care


Minggu, 12 Maret 2017

Hidup serba bersih tapi malah gampang sakit?

Pernahkah kita melihat sebagian pemulung disela sela mencari rejekinya, walau terlihat kotor badan dan lingkungannya namun mereka tetap sehat walau terkadang makan di tempat dengan asyiknya. Tadinya saya pikir besoknya pasti sakit, ternyata keesokan harinya mereka tetap sehat, beraktivitas seperti biasa dan asyik aja.

Pada sisi yang lain,  sebagian orang ada terbiasa hidup serba steril,  bergantung dengan antiseptik dsb. Alasannya supaya tidak cepat sakit. Tapi benarkah orang orang yang bergelut dengan lingkungan yang kotor akan mudah sakit?. 

Ternyata menurut penelitian para dokter justru sebaliknya, bahwa orang yang membiasakan hidup terlalu bersih sejak bayi malah gampang sakit. Tidak percaya?. Silahkan membaca artikel dibawah ini :

Bayi yang Terlalu Bersih Justru Lebih Gampang Sakit

Bayi yang terlalu dijaga kebersihannya ternyata lebih rentan sakit ketika dewasa. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa paparan bakteri di awal kehidupan sangat penting bagi anak-anak agar tidak gampang terserang penyakit autoimun sepanjang hidupnya.

Temuan ini mendukung hipotesis bahwa bakteri diperlukan untuk membentuk sistem kekebalan tubuh yang sehat. Gaya hidup yang takut dan menghindari bakteri justru semakin meningkatkan risiko asma, alergi dan penyakit autoimun lainnya.

Sistem kekebalan tubuh merupakan garda terdepan dalam pertahanan terhadap kuman di sekitar tubuh. Kuman yang jahat dapat menyebabkan keracunan makanan, pilek dan berbagai penyakit lainnya. Namun sebagian besar kuman ini ternyata tidak berbahaya dan bahkan ada pula yang menyehatkan.

Untuk memerangi infeksi, sel kekebalan tubuh atau sel darah putih diprogram untuk mencari protein asing dari sel yang bukan berasal dari tubuh. Sayangnya, sel darah putih terkadang menganggap bagian-bagian dari sel tubuh sendiri sebagai benda asing dan menyerangnya. Gangguan semacam ini disebut penyakit autoimun. Alergi, asma dan kanker darah merupakan bentuk penyakit autoimun.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science, para peneliti membandingkan tikus normal dengan tikus yang dibesarkan di tempat khusus yang bebas kuman. Peneliti kemudian mengukur kadar sel darah putih yang disebut sel invariant natural killer T (iNKT) di paru-paru dan usus kedua tikus.

Sel-sel iNKT melepaskan protein yang menyebabkan peradangan. Peradangan berperan penting dalam penyakit autoimun. Sel-sel iNKT diketahui aktif dalam paru-paru penderita penyakit asma dan dalam perut penderita ulcerative colitis atau radang usus besar.

“Di antara kedua tikus, perbedaan yang paling mencolok adalah kerentanan terhadap penyakit autoimun. Tikus yang bebas kuman jauh lebih rentan terserang penyakit dibandingkan tikus yang pernah terpapar kuman,” kata peneliti, Dennis Lee Kasper, dokter senior di Brigham and Women’s Hospital di Boston seperti dilansir LiveScience (Senin, 26/3/2012).

Ketika terkena bakteri biasa di kemudian hari, tikus bebas kuman bahkan masih memiliki sel iNKT yang berlimpah dalam paru-paru dan ususnya. Hal ini menunjukkan bahwa pembentukan sistem kekebalan tubuh pada periode awal kehidupan sangat penting dalam pembentukan sistem kekebalan tubuh yang tepat.

“Paparan terhadap bakteri di masa bayi penting untuk melindungi tubuh dari peradangan dan sel INKT. Tidak hanya untuk penyakit-penyakit yang disebutkan tadi, bisa jadi paparan tersebut juga dapat melindung anak dari diabetes tipe 1,” kata Axel Kornerup Hansen, profesor di Universitas Kopenhagen di Denmark yang tidak terlibat dalam penelitian.

Anak Perempuan Lebih Gampang Sakit

Anak perempuan biasanya lebih banyak menghabiskan waktu dengan bermain boneka di dalam rumah, sedangkan anak laki-laki lebih suka main sepak bola di lapangan bersama teman-temannya.

Kebiasaan bermain di area yang bersih tersebut ternyata membuat anak perempuan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah daripada anak laki-laki.

Menurut hipotesis kebersihan di negara barat, penyakit yang umumnya terjadi karena sistem kekebalan tubuh yang buruk termasuk asma, alergi, dan rheumatoid arthritis mungkin disebabkan oleh seseorang yang hidup di lingkungan yang terlalu bersih.

Sedangkan negara-negara bagian timur yang umumnya memiliki tingkat sanitasi yang masih buruk dan tingkat kebersihan yang lebih rendah, memiliki penduduk yang memiliki sistem imun yang kuat.

Jika seseorang telah beberapa kali terserang penyakit yang disebabkan oleh kuman, maka tubuh secara otomatis akan membentuk perlindungan.

Ketika kuman yang sama datang menyerang lagi, sistem imun tubuh telah akrab dengan kuman tersebut dan akan kebal terhadap penyakit.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Sharyn Clough, yang diterbitkan dalam jurnal Social Science and Medicine, menyatakan berdasarkan data mengenai hipotesis kebersihan, penyakit karena lemahnya kekebalan tubuh seseorang dapat disebabkan oleh perilaku masa kecilnya meliputi aspek-aspek perilaku dan psikologis.

“Anak perempuan cenderung berpakaian lebih bersih dan lebih suka bermain di dalam ruangan daripada anak laki-laki. Permainan anak perempuan juga lebih sering diawasi oleh orang tuanya,” kata Clough.

Sehingga ada perbedaan yang signifikan dalam jenis dan jumlah kuman pada anak perempuan dan anak laki-laki, dan ini mungkin menjelaskan beberapa perbedaan kesehatan antara pria dan wanita. Wanita cenderung lebih lemah dan mudah sakit dibanding pria.

Seorang profesor biologi mengatakan hidup manusia kini terlalu bersih yang membuat sistem kekebalan tubuh mengalami disorientaasi. Akibatnya tubuh bereaksi berlebihan terhadap zat-zat sehari-hari yang sebenarnya tidak berbahaya, seperti debu rumah.

Rob Dunn, seorang profesor biologi terkemuka percaya masa depan yang sehat terletak pada apa yang dia sebut ‘kembali ke alam liar tubuh kita’. Dalam buku barunya, Prof Dunn mendorong pembacanya untuk mengadopsi pendekatan radikal ke ‘hipotesis kebersihan’.

Gagasan ini menunjukkan bahwa hidup kita telah menjadi terlalu bersih dan ini membuat sistem kekebalan tubuh menjadi rentan.

“Ini menyebabkan kenaikan dalam respons alergi yang serius seperti asma serta penyakit autoimun termasuk penyakit Crohn (radang usus kronis) dan rheumatoid arthritis,” jelas Prof Rob Dunn dari North Carolina State University, seperti dilansir Dailymail, Selasa (26/7/2011).

Prof Dunn menunjukkan beberapa bukti penelitian yang mendukung hipotesis kebersihannya. Dalam sebuah studi terhadap 1.400 anak-anak awal tahun ini, para peneliti di Yale University AS, menemukan bayi yang menerima antibiotik memiliki risiko 70 persen lebih tinggi menderita asma pada masa kanak-kanak.

Risiko asma ini mungkin disebabkan oleh fakta bahwa antibiotik menghilangkan bakteri secara sangat luas, baik bakteri baik maupun bakteri jahat dalam tubuh bayi. Hal ini akhirnya dapat menghalangi sistem kekebalan tubuh bayi yang belum matang dari patokan sehat.

Menurut Prof Dunn, sebelum penggunaan antibiotik dan hidup dalam lingkungan yang sangat bersih, kekebalan tubuh manusia bisa digunakan untuk bakteri dan belajar mengabaikan ancaman yang tidak berbahaya.

Namun, ketika tubuh tumbuh dan berkembang di lingkungan yang sangat higienis, sistem kekebalan tubuh dapat bereaksi secara berlebihan terhadap provokator kecil, seperti bakteri tingkat rendah yang tidak berbahaya.

“Kita harus meyakinkan tubuh kita bahwa mereka masih dalam keadaan alami seperti nenek moyang kita yang menjelajahi hutan yang banyak kuman dan tinggal di gubuk-gubuk tidak sehat. Kita dapat melakukan ini dengan memiliki cacing hidup di usus kita,” jelas Prof Dunn.

Usulan memiliki cacing di usus, meski kedengarannya aneh dan menjijikkan, tapi ilmuwan di seluruh dunia mengambil ide ini sangat serius.

Argumen Profesor Dunn terinspirasi oleh Joel Weinstock, seorang peneliti medis di Tufts University, AS, yang melihat negara di mana Crohn menjadi umum di tempat-tempat yang diketahui cacingan telah menjadi langka.

Weinstock melakukan tes yang hasilnya menunjukkan bahwa ketika ia menempatkan cacing parasit di dalam sistem percernaan tikus, hal tersebut bisa menghentikan tikus mengalami penyakit iritasi usus besar.

Weinstock juga mencobanya pada 29 manusia yang menderita Crohn pada tahun 1999. Setiap orang diberi segelas telur cacing cambuk, yang biasanya hidup dalam usus babi.

Meskipun strain cacing ini tidak akan mampu berkembang biak dalam tubuh manusia, tetapi Weinstock berharap hal ini bisa mendorong tubuh manusia untuk merespons kehadiran parasit ini.

Hasilnya setelah 4 minggu kemudian, semua pasien kecuali 1 orang mendapatkan hasil yang lebih baik dan 21 diantaranya berada pada tahap pemulihan. Sejak itu, penelitian lain telah menemukan bahwa ketika diobati dengan cacing, orang dengan penyakit radang usus dapat membaik dan tikus diabetes dapat kembali normal tingkat glukosa darahnya.

Satu teori bahwa selama ribuan tahun evolusi, sistem kekebalan tubuh manusia terbiasa dengan cacing. Jadi jika seseorang membuatnya keluar dari tubuh, sistem kekebalan tubuh berjalan liar karena tidak ada yang bekerja melawannya.

Teori lain adalah bahwa cacing parasit dalam usus dapat menghasilkan senyawa yang menekan sistem kekebalan tubuh. Ini mungkin membuat tubuh berevolusi untuk bergantung setidaknya pada tingkat rendah senyawa cacing yang dihasilkan untuk menjaga mereka berjalan dalam batas normal.

Apa yang anda simpulkan dari artikel diatas?. Tentunya kalau saya pribadi memiliki pemahaman bahwa jalani hidup apa adanya,  hidup bersih tetap dijalani karena demi kebaikan terutama dalam keadaan ibadah,  demi estetika karena bersih terlihat Indah,  namun tidak harus over protektif melarang terhadap anak bermain dilingkungan sekitar, tidak boleh ini,  tidak boleh itu,  serba super bersih serta serba minum obat-obatan. Malah si anak jadi stres dan daya imunitas tubuhnya tidak meningkat. Bagaimana dengan Anda?.

Semoga bermanfaat.

(Sumber http://health.detik.com )

Senin, 27 Februari 2017

Apa itu Angin Duduk?


Akhir akhir ini banyak kasus seseorang yang meninggal secara mendadak tanpa sebab yang jelas, ada yang sedang membawa kendaraan, berjalan santai, menonton TV, main bola, futsal, badminton , mau shalat dan lain sebagainya. Orang banyak mengatakan dia terkena serangan angin duduk, apakah sebenarnya angin duduk itu?.

Salah satu penyakit yang banyak membawa kematian yang orang awam anggap ciri-cirinya mirip dengan gejala seperti orang yang masuk angin.

Berawal dari kisah nyata:

Kemarin ada seorang teman dikantor yang meninggal di usia yang ke-31 dengan status single. Menurut dokter-dokter yang turut melayat, kemungkinan penyebabnya adalah angin duduk, karena pagi harinya dia masih masuk kantor, walaupun pada saat jam istirahat minta ijin pulang karena kepalanya pusing. Kebetulan ybs tidur sekamar dengan kakak perempuannya yang juga bekerja di kantor yang sama dan masih sempat terbangun karena adiknya menanyakan minyak kayu putih sekitar setengah 12 malam, lalu paginya waktu dibangunkan pagi hari untuk berangkat ke kantor, ternyata sang adik sudah meninggal dengan posisi tidur dengan wajah sedikit menahan rasa sakit, dan kebiruan sekitar leher.

Atas dasar itulah saya informasikan sedikit mengenai angin duduk atau nama kerennya Sindrom Serangan Jantung Koroner Akut.

Sindrom Serangan Jantung Koroner Akut (SSJKA)

Hanya dalam 15 menit sampai 30 menit, orang yang terserang angin duduk bisa meninggal. Padahal, penderita, sebelumnya terlihat sehat-sehat saja. Dunia kedokteran selama dua tahun terakhir berhasil mengidentifikasi istilah baru penyakit jantung yang akrab disebut angin duduk ini. Ternyata, penyakit ini tak sekedar masuk angin berat, tetapi identik dengan Sindrom Serangan Jantung Koroner Akut (SSJKA).

Teridentifikasinya istilah ini, menurut Guru Besar Bidang Ilmu Penyakit Dalam FKUI, Prof DR dr Teguh Santoso.SpPD, di Jakarta, pekan lalu. Menandai sebuah koreksi besar terhadap mitos yang berkembang di masyarakat selama ini. Bahwa masuk angin hebat itu adalah penyakit yang berbahaya, bahkan bisa menimbulkan kematian hanya dalam waktu 15 hingga 30 menit sejak serangan pertama.

Jadi menurut Dokter Teguh lagi, jika Anda tiba-tiba merasa nyeri dada;

1. Sebaiknya tidak melakukan aktivitas fisik apapun termasuk berhubungan seks. 
2. Segeralah pergi ke rumah sakit yang menyediakan fasilitas penanganan Gawat darurat jantung. 

Ingat!. Tidak boleh lebih dari 15 menit setelah serangan nyeri pertama. 

Sindrom serangan jantung koroner akut merupakan penemuan terbaru akhir yang banyak disikapi masyarakat dengan tindakan yang salah. Misalnya, penderita dikerok, diberi minuman air panas, atau diberi ramu-ramuan untuk mengeluarkan angin. Padahal, penderita bisa meninggal mendadak tanpa ada tanda-tanda sakit.

Gejalanya:

Muncul keluhan nyeri ditengah dada, seperti:

> Rasa ditekan rasa diremas-remas, menjalar ke leher,lengan kiri dan kanan, serta ulu hati. Rasa terbakar dengan sesak napas dan keringat dingin.

> Keluhan nyeri ini bisa merambat ke kedua rahang gigi kanan atau kiri, bahu,serta punggung. Lebih spesifik, ada juga yang disertai kembung pada ulu hati seperti masuk angin atau maag.
Sumber masalah sesungguhnya hanya terletak pada penyempitan pembuluh darah jantung (vasokonstriksi).

Penyempitan ini diakibatkan oleh empat hal :

1. Adanya timbunan-lemak (aterosklerosis) dalam pembuluh darah akibat konsumsi kolesterol tinggi.

2. Sumbatan (trombosis) oleh sel beku darah (trombus).

3. Vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah akibat kejang yang terus menerus.

4. Infeksi pada pembuluh darah. 

Penyempitan itu mengakibatkan berkurangnya oksigen yang masuk ke dalam jantung. Ketidak-seimbangan pasokan dengan kebutuhan oksigen pada tubuh mengakibatkan nyeri dada yang dalam istilah medisnya disebut angina.

Namun kata Teguh, hendaknya dibedakan antara keluhan nyeri pada sindrom serangan jantung koroner akut (SSJKA) dengan serangan jantung koroner (SJK) (infark miokard).

Pada SJK, angina terjadi akibat sumbatan total pembuluh darah jantung karena aktivitas fisik yang berlebihan. Sementara pada SSJKA angina terjadi akibat sumbatan tidak total yang dirasakan saat istirahat.

“SSJKA ini memang mendadak.Bukan karena capek, masuk angin, atau penyakit-penyakit lainnya. Biasanya penderita akan meninggal paling lama lima belas menit setelah keluhan rasa nyeri pertama kali dirasakan” Kata Teguh.

Masyarakat diminta waspada terhadap keluhan angin ini. Soalnya penderita sebelum terserang akan tampak sehat-sehat. Solusi satu-satunya hanyalah melonggarkan sumbatan yang terjadi, yaitu dengan memberikan obat anti platelet (sel pembeku darah) dan anti koagulan. Atau, obat untuk mengantisipasi ketidak-seimbangan supply oksigen dan kebutuhan oksigen. Misalnya nitrat, betabloker, dan kalsium antagonis.

Di tempat terpisah, ahli jantung RS Jantung Harapan Kita dr. Santoso Karo-Karo MPH, SpJp mengungkapkan kondisi rumah sakit di Indonesia tidak terlalu bisa diharapkan untuk pengobatan SSJKA. Rumah sakit terkesan lambat menangani pasien. Untuk itu ia menyarankan agar penderita yang sudah tahu bahwa dirinya memiliki gangguan jantung sebaiknya membawa tablet antiplatelet ke manapun ia pergi. Obat antiplatelet yang paling murah dan gampang di cari adalah aspirin. Obat ini selain bermanfaat sebagai pertolongan pertama mengatasi nyeri dan melonggarkan kembali pembuluh darah yang tersumbat oleh thrombosit atau platelet (sel pembeku darah).

Semoga bermanfaat.

Sumber : www.doktersehat.com

Rabu, 02 Maret 2016

Doa Untuk Kesembuhan dari Tertimpa Sakit

Alhamdulilah, segala puji bagi Allah yang mengkaruniakan atas segala nikmat, rasa syukur yang tiada berujung kita haturkan kepada Allah. Shalawat dan salam kita curahkan kepada nabi yang mulia Muhammad Shallallahuala ‘alaihi wa sallam, semoga kita mendapatkan syafaat di hari akhirat kelak. Amien ya robbal alamin.


Setiap hamba Allah pasti tidak mengharapkan datangnya sakit atau tertimpa penyakit dan musibah, namun semua sudah Allah tetapkan atas setiap makhluk termasuk sakit ini, tanpa bisa dihindari. Sehingga bila saat ini kita sehat, patutnya kita selalu bersyukur kepadanya. 


Kali ini ada suatu tulisan yang disusun oleh Al Ustadz Abdul Mu’thi Al Maidani yang sangat bermanfaat bagi kita semua terutama bila saat ini kita tertimpa sakit atau diantara keluarga maupun sahabat yang sedang tertimpa sakit, selain tetap selalu berikhtiar dengan cara berobat dan tetap menjaga pola makan yang baik dan istirahat yang cukup. Tiada cara yang paling ampuh setelah kita berikhtiar untuk menuju sehat dari sakit selain bukti kepasrahan diri kepada Sang Pencipta dengan cara berdoa. Semoga bermanfaat.

Uraian dibawah ini disebutkan sebagian doa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun bukan berarti tidak ada yang lain lagi. Selama suatu doa dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahuala ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang shahih untuk mengobati dirinya atau orang lain maka kita diperbolehkan bahkan dianjurkan untuk menggunakannya. Sebaik-baik teladan adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Wallahu a’lam.

Mengenai doa-doa yang kami maksud adalah sebagai berikut:

1. Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu bahwa beliau berkata kepada Tsabit Al-Bunani: “Maukah engkau aku ruqyah dengan ruqyah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam?” Tsabit menjawab: “Ya”. Maka Anas membaca:

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبِأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَافِي لاَ شَافِيَ إِلاَّ أَنْتَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَفَمًا
“Ya Allah, Rabb sekalian manusia, yang menghilangkan segala petaka, sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Penyembuh, tak ada yang bisa menyembuhkan kecuali Engkau, sebuah kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.” (HR. Al-Bukhari)

Dalam riwayat lain dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau berkata: “Dahulu bila salah seorang dari kami mengeluhkan rasa sakit maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusapnya dengan tangan kanan beliau dan membaca:


اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبِأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَفَمًا
“Ya Allah, Rabb sekalian manusia, hilangkanlah petakanya dan sembuhkanlah dia, Engkaulah Yang Maha Penyembuh, tak ada penyembuh kecuali penyembuhan-Mu, sebuah penyembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

2. Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, bahwa beliau berkata: “Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam meruqyah dengan membaca:


امْسِحِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِكَ الشِّفَاءِ لاَ كَاشِفَ لَهُ إِلاَّ أَنْتَ
“Hapuslah petakanya, wahai Rabb sekalian manusia. Di tangan-Mu seluruh penyembuhan, tak ada yang menyingkap untuknya kecuali Engkau.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

3. Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, bahwa beliau berkata: “Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bila meruqyah beliau membaca:



بِسْمِ اللهِ تُرْبَةُ أَرْضِنَا بِرِيْقَةِ بَعْضِنَا لِيُشْفَى بِهِ سَقِيْمُنَا، بِإِذْنِ رَبِّنَا
“Dengan nama Allah. Tanah bumi kami dan air ludah sebagian kami, semoga disembuhkan dengannya orang yang sakit di antara kami, dengan seizin Rabb kami.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

4. Dari Abu Al-‘Ash Ats-Tsaqafi radhiallahu ‘anhu, bahwa beliau mengeluhkan sakit yang dirasakannya di tubuhnya semenjak masuk Islam kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya:


ضَعْ يَدَكَ عَلَى الَّذِي تَأَلَّمَ فِيْ جَسَدِكَ وَقُلْ: بِسْمِ اللهِ ثَلاَثًا، وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ: أَعُوْذُ بِاللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ
“Letakkanlah tanganmu pada tempat yang sakit dari tubuhmu dan ucapkanlah, ‘Bismillah (Dengan nama Allah)’ sebanyak tiga kali. Lalu ucapkanlah:

أَعُوْذُ بِاللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ
‘Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaan-Nya dari keburukan sesuatu yang kurasakan dan kuhindarkan,’ sebanyak tujuh kali.” (HR. Muslim)

5. Dari ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda:


مَنْ عَادَ مَرِيْضًا لَمْ يَحْضُرْ أَجَلُهُ فَقَالَ عِنْدَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ: أَسْأَلُكَ اللهَ الْعَظِيْمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيْكَ، إِلاَّ عَافَاهُ اللهُ فِيْ ذَلِكَ
“Barangsiapa mengunjungi orang sakit selama belum datang ajalnya, lalu dia bacakan di sisinya sebanyak tujuh kali:

أَسْأَلُكَ اللهَ الْعَظِيْمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيْكَ
‘Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Pemilik ‘Arsy yang besar, semoga menyembuhkanmu,’ niscaya Allah akan menyembuhkannya dari penyakit itu.” (HR. Abu Dawud, At-Turmudzi, dan dihasankan oleh Al-Hafizh dalam Takhrij Al-Adzkar)

6. Dari Sa’d bin Abi Waqqash radhiallahu ‘anhu, beliau berkata: “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengunjungiku (ketika aku sakit) dan beliau membaca:


اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا
“Ya Allah, sembuhkanlah Sa’d Ya Allah, sembuhkanlah Sa’d. Ya Allah, sembuhkanlah Sa’d.” (HR. Muslim)
_________________________________

Al Ustadz Abdul Mu’thi Al Maidani

Minggu, 14 Februari 2016

Penyebab Anak Terus Menerus Sakit Panas, Batuk dan Pilek

penyebab anak terus menerus sakit Bayi atau anak sampai usia dua tahun mestinya jarang sakit karena masih disokong oleh imunitas yang tinggi semasa dikandung atau menyusu dari ibunya. Sehingga Penyakit umum seperti flu (yang biasa ditandai panas, batuk, pilek), penyakit akibat virus lain, sampai infeksi kuman bisa ditolaknya. Semenjak dari sebenarnya fakta ini telah disadari.Jika bayi Anda tinggal satu rumah dengan orang yang menderita campak, biasanya ia tidak akan gampang tertular.

Anak terus menerus panas, batuk dan pilek

Namun pada kenyataanya, banyak anak dan bayi menjadi rutin mengunjungi dokter setiap 2 - 3 minggu , selalu karena gejala penyakit yang sama yaitu demam, batuk, dan pilek. Hingga sang orang tua tidak tahu harus berbuat apalagi.

Pencetus penyakit pada anak sulit ditentukan karena memang bisa bermacam-macam, misalnya lingkungan kurang sehat, polusi tinggi. Penggunaan penyejuk udara (AC) di malam hari bisa menimbulkan alergi suhu dingin, membuat hidung anak mampet sehingga ia harus bernapas lewat mulut. Kipas angin dipasang di kamar tidur yang lalu meniup debu ke segala penjuru kamar. Belum lagi penularan virus di sekolah dan tempat-tempat ramai seperti mal. Juga perawat yang sedang batuk dan pilek. Tak jarang pula sakit gara-gara mengonsumsi makanan ringan yang tidak sehat sehingga membuat tenggorokan tergelitik.

Batuk dan pilek yang disertai demam sebenarnya wajar jika terjadi sekali-kali dalam 6 - 12 bulan. Tetapi penelitian menunjukkan bahwa kunjungan anak ke dokter bisa terjadi setiap 2 - 3 minggu ,dan itu selama bertahun-tahun. Bila hal ini yang terjadi, maka ada dua kemungkinan kesalahkaprahan dalam penanganannya.

Salah kaprah Pertama

Pengobatan yang diberikan selalu mengandung antibiotik,padahal 95% serangan batuk dan pilek yang disertai demam atau tidak itu disebabkan oleh virus, dan faktanya antibiotik tidak dapat membunuh virus. Hal ini selain mubazir, pemberian antibiotik kadang-kadang justru bisa menimbulkan efek samping  berbahaya.

Kalau dibilang akan mempercepat penyembuhan pun tidak, karena penyakit virus memang umumnya akan sembuh dalam beberapa hari, baik dengan antibiotik atau tidak. Hal ini sudah dibuktikan oleh studi terkontrol yang sudah berulang kali sejak ditemukannya antibiotik di tahun 1950 - 1960-an. Hasilnya selalu sama sehingga tidak perlu diragukan lagi kebenarannya.

Di sisi lain, antibiotik justru  membunuh kuman baik dalam tubuh yang berfungsi menjaga keseimbangan dan menghindarkan kuman jahat menyerang tubuh. Ini akan mengurangi imunitas si anak sehingga daya tahannya akan menurun. Akibatnya bisa ditebak, anak selalu  jatuh sakit setiap 2 - 3 minggu dan harus berobat lagi. Orang tuanya pun langsung membeli antibiotik yang dibeli langsung dari apotek atau toko hanya karena setiap kali ke dokter mereka diberi obat tersebut.

Lingkaran setan: sakit - antibiotik - imunitas menurun - sakit lagi, akan membuat si anak diganggu panas, batuk, dan pilek sepanjang tahun, selama bertahun-tahun. Komplikasi juga sering akan terjadi yang akhirnya membawa anak itu ke kamar perawatan di rumah sakit.

Pengalaman menunjukkan, bila antibiotik dicoret dari resep (sementara obat batuk dan pilek yang diberikan), setelah 1 - 3 bulan, si anak tidak akan gampang terserang penyakit flu lagi. Pertumbuhan badannya pun menjadi lebih baik.

Salah Kaprah Kedua

Gejala batuk dan pilek yang tidak diobati dengan cara yang benar, artinya siasat pengobatan perlu untuk dirubah. Hal ini lantaran obat jadi yang dijual di apotek tidak selalu dapat mengatasi masalah setiap penderita. Bahkan, sering terjadi batuk dan pilek malah menjadi lebih parah dan berkepanjangan.

Suatu perubahan yang mendasar dan individual dalam resep, perlu dilakukan untuk memutus lingkaran setan mengenai panas, batuk, dan pilek ini. Yang paling utama adalah menghentikan antibiotik, tidak memberikan kortikosteroid secara terus-menerus, menghentikan pemberian obat penekan batuk dan menggantinya dengan bronkodilator, serta memberikan campuran obat pilek yang terbaru.

Efedrin dosis kecil - dan dicampur dengan antihistamin yang efektif , merupakan obat pilek yang terbaik. Sementara, semua obat yang ternyata tidak terbukti efektif perlu dihentikan.

Selain masalah panas, batuk dan pilek ada beberapa hal penting menyangkut kesehatan anak, seperti diuraikan berikut ini :

Pertama, Apakah dianggap wajar bila anak sering sakit?

Seorang anak dapat dikategorikan sakit yang dianggap wajar apabila sakit minimal 4-8 kali dalam setahun. Sakit pada anak dinilai wajar dikarenakan sistem imun yang berkembang sempurna sehingga rentan terkena virus dan bakteri. Apabila dalam satu tahun anak anda maksimal mengalami 8 kali sakit masih dalam kondisi normal asalkan dalam kategori sakit ringan.

Sakit ringan pada anak yaitu ketika jarak waktu anak sakit tidak terlalu dekat, misalnya sekitar 2 bulan. Kemudian ketika anak sakit tidak mengalami durasi yang panjang, misalnya hari terjadi 3-7 hari. Begitu pula dengan jenis penyakit yang diderita masih tergolong ringan dan mudah diatasi dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak.

Kondisi anak yang harus dikhawatirkan adalah ketika anak bolak balik sakit bahkan dalam satu bulan dapat mengalami 2-3 kali sakit. Sakit yang dialami anak dapat terjadi karena flu, diare ataupun batuk meskipun penyakit yang umum dialami oleh anak-anak akan tetapi apabila sering terjadi harus dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi anak.

Kedua, Penyebab anak seringkali sakit

Penyebab anak sering sakit dapat disebabkan beberapa faktor, diantaranya adalah :

1. Gangguan Imunologis

Meskipun kategori sakit ringan akan tetapi apabila rentan waktu sering sakit pada anak dapat membuat orang tua cemas dan khawatir. Penyebab anak seringkali sakit diantaranya adalah gangguan imunologis ketika lahir. Anak yang mengalami daya tahan tubuh yang rendah sehingga sering mengalami infeksi.

2. Infeksi kronis

Sedangkan pada anak yang lahir normal tanpa adanya faktor bawaan sering sakit dapat terjadi dikarenakan infeksi kronis. Salah satunya dapat disebabkan karena melakukan kontak dengan penderita TBC sehingga anak tertular.

3. Faktor Cuaca

Selanjutnya dapat pula disebabkan karena faktor cuaca. Pergantian cuaca dapat menyebabkan anak dengan riwayat keluarga dengan alergi sering mengalami pilek dan mengalami infeksi.

4. Gangguan gizi

Penyebab anak sering sakit dapat pula disebabkan karena gangguan gizi yang mengakibatkan daya tahan tubuh menjadi terganggu. Pemenuhan makanan yang tidak tepat pada anak merupakan salah satu penyebab gangguan gizi. Bahkan anak yang sedang sakit seringkali nafsu makan menurun sehingga menjadi susah makan sedangkan makanan adalah sumber nutrisi untuk memenuhi kebutuhan perkembangan dan pertumbuhan anak.

5. Riwayat Penyakit tertentu

Anak yang sering sakit dapat pula dihubungkan dengan riwayat penyakit misalnya anak pernah mengalami penyakit tipus yang harus diberikan perhatian berlebih agar tidak mengalami kondisi yang serupa dalam rentan waktu yang singkat.
Bahayakah anak sering sakit?

Kondisi anak sering sakit akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. Salah satunya adalah grafik berat badan anak anda akan menurun. Berat badan dijadikan indikator pertumbuhan apabila dibawah garis normal berat badan maka dikhawatirkan mengidap gangguan kesehatan anak yang serius.

Kondisi anak sering sakit harus dilakukan pemeriksaan berlanjut untuk mengetahui penyebab utama. Apabila ditemukan gejala yang berhubungan dengan gangguan kesehatan yang kronis maka dapat dilakukan identifikasi dini untuk mencegah dan mengurangi pengembangan dari penyakit tersebut.

Sehingga tidak dapat disimpulkan kondisi anak sering sakit membahayakan atau tidak membahayakan karena belum ditemui penyebab utama anak sering sakit. Kondisi dan imunitas anak berbeda beda, lakukan pemeriksaan medis untuk mendapatkan obat yang sesuai dengan resep dokter.

Tips Agar Anak tidak sering sakit

Meskipun sakit yang dialami oleh anak ringan apabila terjadi pada rentan waktu yang sering. Anda perlu waspada terlebih pada usia anak 0-5 tahun merupakan masa emas anak. Kondisi tubuh yang tidak sehat akan menganggu perkembangan anak anda, salah satunya waktu anak anda untuk bersosialisasi dengan teman sebaya. Anak dibawah usia 5 tahun masih dianggap wajar apabila sering sakit dalam rentan waktu 4-8 kali dalam setahun akan tetapi tidak ada salahnya apabila anda melakukan pencegahan.

Berikut ini adalah tips untuk menjaga daya tahan tubuh anak agar tidak sakit :

1. Menjaga pencernaan

Pencernaan sehat adalah awal tubuh yang kuat dikarenakan 80% yang memproduksi antibodi berada di saluran pencernaan. Seperti diketahui bahwa antibodi akan berfungsi dalam melawan kuman di dalam tubuh. Dalam mempersiapkan saluran pencernaan yang sehat maka diawali dengan pemberian ASI ekslusif sampai 6 bulan pertama hingga usia anak 2 tahun.

2. Memberikan Imunisasi

Berikan imunisasi wajib untuk anak anda sehingga terhindar dari infeksi virus dan bakteri. Masalah yang sering dihadapi adalah daya tahan tubuh anak yang berkurang. Dengan memberikan vaksinasi tertentu maka dapat membantu mengurangi gangguan kesehatan yang umum menyerang anak-anak.

3. Menerapkan Pola Hidup Sehat

Pastikan anak anda melakukan aktivitas seperti berolahraga. Olahraga yang dilakukan seperti bersepeda sore, aktivitas fisik bersosialisasi dengan teman sebayanya atau melakukan permainan tradisional di halaman rumah. Selain itu waktu istirahat yang cukup dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak.

4. Mengkonsumsi Makanan yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh

Beberapa makanan memiliki manfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak diantaranya adalah makanan makanan berikut ini :
  • Strawberry adalah buah dengan kandungan vitamin C yang baik untuk memberikan kekebalan tubuh terhadap infeksi. Di dalam buah strawberry terdapat bioflavonoids yang dapat mengatur pertumbuhan dan kematian sel di dalam tubuh.
  • Kiwi adalah buah yang mengandung vitamin C dan vitamin E yang dapat menjadi antioksidan dan memberikan perlindungan dari kerusakan radikal bebas. Ikan tuna merupakan sumber vitamin E yang baik untuk meningkatkan kualitas dalam melawan sel yang bermutasi. Di dalam ikan tuna terdapat fungsi omega 3 dalam menjaga kesehatan jantung. Telur kandungan di dalamnya mengandung iodine yang dapat menstimulasi sel Nk. Sehingga dapat berfungsi melawan sel jahat dan memperbaiki sel dan jaringan di dalam tubuh.
Dengan demikian bagi anak yang sering sakit yaitu melebihi 8 kali dalam setahun atau mengalami kondisi sakit satu bulan lebih dari 3 kali maka segera lakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebab utamanya. Sedangkan untuk pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan hidup sehat, pola tidur teratur dan makanan yang bergizi.
_______________________________________

(Sumber: Intisari - bidanku.com)

Kamis, 07 Januari 2016

3 Simple and Effective Ideas for Better Health

babarkata.com-health

If you need New Year resolutions ideas that you’ll actually keep, try these resolutions for improved mental and physical

I’ve never been a big New Year resolution person. This is partly because most of the time, you hear that people never stick to their resolutions. But I like the idea of starting fresh with the start of the year, and New Year resolutions are an opportunity to remind yourself of your goals. So this year, I’m going for it.

When I started to think about New Year resolution ideas, I had in mind three areas of focus: I want to make improvements in how I eat, how I move my body, and how I think.
But instead of making a major dietary change with extreme restrictions, vowing to run a marathon, or committing to ridding myself of stress completely, this year I am setting my intentions on making small, yet significant changes to my life that are realistic and manageable. And they have the potential to benefit my health and wellness tremendously.

My New Year resolution ideas

1. Sit less

This past year, the evidence that sitting is bad for you has grown substantially, with researchers continually coming up with very convincing reasons to get on your feet more. After learning that sitting too much can contribute to anxiety, high cholesterol and triglycerides, impaired blood vessel function, and even reduced life expectancy,[1-5] I’ve decided that sitting less, standing more, and even better, moving my body more, should be a major priority.

How I plan to sit less

I work at a computer all day, but I plan to work standing at my countertop (a makeshift standing desk) for a portion of each workday, and I will consider my options for purchasing a treadmill or biking desk.

At least once an hour, I will get up and move around for at least five minutes. Tasks during that time could include chores, talking on the phone, having a discussion, or just taking a quick stroll outside.

I will exercise midday during lunchtime, to break up my sitting time with physical activity.

In the evenings, I will make an effort not to spend as much time doing seated activities, like watching TV. Instead, I’ll try to do more chores around the house or take walks around the neighborhood.

On the weekends, I will prioritize activities that require getting on my feet and moving, like hikes.

2. Be more mindful

In such a fast-paced world, it can be difficult to remember to slow down and savor the moment. Mindfulness, the practice of being fully aware of your sensations, thoughts, and experiences in the present moment, is a really great strategy for reducing stress, improving mood, and keeping your body healthy.

Practicing mindfulness has been linked to improved immunity, lower levels of depression, reduced pain, and weight loss.[6-11] And that’s just the beginning of the list. Mindfulness can bring significant improvements to your physical health, mental health, and overall wellbeing, and its something I want to make a way of life.

How I plan to be more mindful

I will begin by doing some of these fun mindfulness exercises. Things like using a coloring book, taking a walk, or eating mindfully are simple ways to more fully understand what mindfulness looks like incorporated into day-to-day activities.

My ultimate goal will be to incorporate a daily seated mindfulness meditation into my routine. I’ll start with as little as five minutes per day, and try to work up to 20 to 30 minute meditations.

3. Experiment with making fermented foods regularly

I love cooking and trying out new recipes, and one of my newest passions is making my own fermented foods at home. The process is ever changing, and I’m never quite sure how a new recipe will turn out; I enjoy experimenting with unique flavor combinations, new ingredients, and different processes to see what I can come up with.

What makes fermenting my own foods at home even better is knowing how good these foods are for my health. Full of healthy probiotics, fermented foods are good for digestion, enhance the immune system, help you metabolize fats, and fight depression, to name a few reasons.[12,13]

Making fermented foods is easier than it looks, and it is a lot of fun. Plus, having fermented foods on hand and home makes it easy to boost your probiotic intake and take advantage of the many health benefits of fermented foods.

How I plan to make fermented foods regularly

I’ll try to have one fermentation jar brewing on my kitchen counter at any given time. Some of my favorites are having an ongoing sourdough starter and making easy homemade sauerkraut.

I’ll use my favorite fermentation book, get ideas for new recipes to try.

If you have better ideas for yourself, you can try and do it and get more happiness for your better life and health.

Chelsea Clark  
_______________________________
[1] BMC Public Health. 2015 Jun 19;15:513
[2] Eur Heart J. 2015 Jul 30. pii: ehv308.
[3] Lipids Health Dis. 2015 Aug 11;14:87.
[4] Exp Physiol. 2015 Jul 1;100(7):829-38.
[5] BMJ Open. 2012 Jul 9;2(4).
[6] Psychosom Med. 2003 Jul-Aug;65(4):564-70.
[7] Psychol Res Behav Manag. 2012; 5: 131–141.
[8] Nat Rev Neurol. 2014 Mar;10(3):167-78.
[9] J Neurosci. 2011 Apr 6;31(14):5540-8.
[10] PLoS One. 2015 Jun 3;10(6):e0127447.
[11] Appetite. 2013 Aug;67:25-9.
[12] J Appl Microbiol. 2006 Jun;100(6):1171-85.
[13] J Physiol Anthropol. 2014 Jan 15;33:2.




Selasa, 05 Januari 2016

Penyakit Psikosomatis dan Berpikir Positif

Pola Pikir Positive atau Berpikir Positif telah diadakan penelitian oleh para ahli Kekuatan Pikiran ( The magic power of mind ) tingkat dunia yang pada kesimpulannya menyatakan bahwa Berpikir Positif adalah kunci dari keberhasilan untuk merubah impian menjadi kenyataan, mencapai sukses dan kebahagiaan lahir batin.

Dalam hal berpikir positif ini dimasukan menjadi dua kategori yaitu berpikir positif menurut Islam dan berpikir positif secara universal.

Berpikir Positif menurut Islam

Ada beberapa point berpikir positif didalam Islam, antara lain :
- Beriman dan bertaqwa kpd Allah SWT
- Berzikir
- Bersyukur
- Bertawakal
- Berdoa
- Ikhlas
- Sabar
- Bertobat
- Istiqomah
- Tawadhu
- Adil
- Bijaksana
- Pengasih dan penyayang
- Dermawan
- Amanah.

Berpikir Positif secara universal

Sedangkan berpikir positif secara universal, antara lain :

- Percaya diri tinggi.
- Yakin
- Berani karena benar.
- Sabar.
- Ulet.
- Adil.
- Bijaksana.
- Pengasih dan penyayang.
- Pemaaf.
- Bertanggung jawab.
- Disiplin.
- Bertobat.
- Tenang.
- Waspada.
- Pikiran terbuka.
- Obyektif, jujur.
- Ikhlas.

Alat untuk mendeteksi apakah kita berada dalam frekuensi berpikir positif atau negatif adalah “Perasaan”. Perasaan atau feeling adalah barometer, indikator alat mendeteksi apakah kita berada dalam frekuensi berpikir positif atau negatif.

Perasaan indikator berfikir Positif :

- Nyaman.
- Senang hati.
- Gembira
- Ceria.
- Bahagia.

Perasaan indikator berfikir negatif:

- Malas.
- Susah hati.
- Sedih.
- Cemas.
- Galau
- Marah.
- Kecewa.
- Sakit hati.
- Dendam.
- Iri hati.
- Dengki.
- Putus asa.
- Takut.
- Tidak percaya diri.

Jadi agar kita selalu berada dalam frekuensi berpikir positif, setiap saat kita harus kontrol agar kita selalu dalam kondisi:
Nyaman, Senang hati, Ceria, Gembira, Bahagia
Kita tidak boleh membiarkan perasaan kita terpengaruh oleh situasi dan kondisi internal dan external kita yg negatif. Kita harus selalu waspada agar segera mengatur, mengendalikan mindset kita ke arah perasaan nyaman, gembira, ceria, bahagia.

Lantas bagaimana caranya, yaitu dengan melakukan berbagai hal berikut ini :

- Selalu menyimpan foto orang yang paling dicintai di dompet kita: anak/isteri/pacar/belahan jiwa, utk menimbulkan rasa nyaman.
- Beristigfar dan berzikir.
- Segera lakukan olahraga hobby sampai berkeringat.
- Segera mengingat peristiwa yang sangat membahagiakan.
- Segera memaafkan siapapun yang membuat kita berpikir negatif.
- Segera introspeksi, apa salah kita yang menarik musibah terjadi
- Segera menyadari kesalahan sendiri dan minta maaf dan tidak mengulangi.
- Biasakan wajah kita untuk selalu dalam mimik tersenyum terus. Mimik wajah tersenyum akan membawa suasana nyaman, gembira, ceria, bahagia dihati kita.
- Biasakan untuk bisa merasakan suasana humor, jenaka, lucu disekitar kita.
- Sebaliknya harus tidak mudah terpancing , terprovokasi oleh sikap dan kejadian disekitar kita yg membuat kita tidak senang / marah.
- Biasakan selalu berempati kepada kesulitan dan kesusahan orang lain lalu bereaksi menolong.
- Biasakan mampu ikut merasakan bahagia bila melihat sukses dan kebahagiaan orang lain.

Penyakit Psikosomatis

Ada penyakit yang berkaitan dengan cara berpikir negatif, dalam dunia psikologi disebut penyakit Psikosomatis. Pengertian psikosomatis adalah penyakit gangguan kejiwaan yg menyebabkan beberapa fungsi organ utama tubuhnya terganggu dan menderita sakit.

Ciri utama penyakit psikosomatis adalah si penderita mengaku menderita sakit pada beberapa organ tubuhnya, tapi saat diperiksa di laboratorium, tidak ditemukan kelainan atau penyakit di organ tubuh tersebut.

Gejala psikosomatis pada umumnya akan merasakan adanya gangguan / keluhan berbagai penyakit berikut ini:

- Lambung, sakit Maag , mual di ulu hati.
- Kepala, Sakit pusing Migrain.
- Tekanan darah tinggi atau rendah.
- Jantung berdebar kacau.
- Sakit Asma.
- Gangguan saluran kemih, susah buang air kecil.
- Sembelit, susah BAB.
- Diare, sakit mencret.
- Susah tidur.
- Keringat dingin.
- Tidak bisa keluar keringat.
- Pandangan mata berkunang kunang.
- Eksim / sakit kulit.
- Impotensi.
- Halusinasi
- Cemas, ketakutan, paranoid.
- Tidak ada nafsu makan.
- Temperamen mudah marah, tersinggung,sedih, putus asa.
- Herpes, sejenis cacar air.

Pada penderita psikosomatis, semua jenis keluhan/gejala diatas, datangnya bisa bersamaan, bisa sendiri sendiri, tapi sifat nya KRONIS, susah disembuhkan, berulang kambuhnya, makin lama makin banyak dan makin parah. Oleh dokter umum biasanya disarankan berobat kedokter spesialis nya. Bilamana tidak mau sembuh, biasanya disarankan ke dokter spesialis kejiwaan, psikolog atau psikiater.

Kalau tidak sembuh juga, yang bersangkutan oleh keluarga nya dibawa berobat ke penyembuh alternatif metafisik Oleh penyembuh metafisik biasanya didiagnosa terkena penyakit ” Black Magic/santet,guna guna, sihir”. Diobati oleh penyembuh metafisik , juga tidak akan sembuh.Tetap kambuh lagi. Dibawa ke penyembuh hipnoterapi dan terapi otak, juga tidak bisa sembuh tuntas, tetap kambuh.

Jadi harus berobat kepada siapa?
Jawabannya tegas:

“Bertobat kepada Tuhan, lakukan introspeksi diri, perbaiki kwalitas keimanan dan ketaqwaan, buang egoisme, buang kesombongan, berzikir, bersyukur, bertawakal, bersabar, ikhlas, buang kebiasaan menyalahkan orang lain, optimis, mandiri, jangan cengeng minta dikasihani dan diobati orang lain, lakukan SELF HEALING dengan cara membuang pikiran negatif dan amalkan Berpikir Positif”

Penyakit Psikosomatis adalah penyakit yg disebabkan “Penyakit yang seratus persen dibuat oleh diri sendiri, akibat selalu BERPIKIR NEGATIF. Untuk bisa sembuh, mutlak harus ada KEMAUAN KERAS untuk selalu BERPIKIRAN POSITIF. Mereka penderita Psikosomatis yang saya Hipnoterapi, bisa sembuh normal dan tidak kambuh lagi, bilamana mereka MAU BERPIKIRAN POSITIF. Tapi ada yg kambuh lagi, akibat mereka TIDAK MAU MEMBUANG PIKIRAN NEGATIFNYA.

Untuk menjadi perhatian kita semua bahwa hipnoterapi yg dilakukan oleh praktisi hipnoterapi adalah hanya MEMBUANG, MEMBERSIHKAN TRAUMA, ENERGI NEGATIF YANG MENUMPUK DI PIKIRAN BAWAH SADAR, TERSEMBUNYI DAN MENYEBABKAN MENDERITA BERBAGAI PENYAKIT. Bilamana si penderita tetap BERPIKIRAN NEGATIF, maka racun energi negatif akan menumpuk lagi di pikiran bawah sadar sehingga penyakit tersebut akan datang kembali.

Pada kesimpulannya maka kita harus memiliki slogan "Didalam pikiran dan jiwa yang sehat (pikiran positif) terdapat tubuh yang sehat"

Wallahualam


Diolah dari sumber Nurhana Tirta Amijaya

Rabu, 30 Desember 2015

Cara Melatih Kesadaran untuk Meningkatkan Kesehatan dan Kesejahteraan


Berlatih mindfulness dapat membantu menghilangkan depresi serta berbagai penyakit salah satunya penyakit inflamasi usus. Coba lakukan beberapa latihan menyenangkan kesadaran ini untuk Anda lakukan yang sangat bermanfaat untuk diri sendiri.


Beberapa tahun terakhir, telah terjadi perubahan kesehatan saya secara dramatis dan saya akhirnya menemukan beberapa cara yang signifikan untuk menghilangkan dari rasa sakit yang kronis dan kelelahan yang telah mengganggu saya selama hampir satu dekade. Saya meyakini ini dapat membantu banyak perubahan terhadap gaya hidup saya untuk untuk tetap berkomitmen, termasuk berolahraga secara teratur dan melakukan pengaturan pola makan secara baik.

Latihan ini adalah salah satu cara yang telah mengubah hidup saya secara efektif, baik secara fisik maupun mental dan menerapkannya lebih perhatian dalam kehidupan saya sehari-hari walaupun secara sederhana.

Mindfulness  telah terbukti untuk membantu orang mengurangi stres dan bermanfaat bagi kondisi kesehatan. Jika Anda ingin mulai menumbuhkan kesadaran untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan, jangan mudah terpengaruh. Ada banyak cara yang sederhana, latihan yang menyenangkan kesadaran dapat Anda lakukan.

Apa itu mindfulness
Mindfulness adalah kualitas kesadaran diri (consciousness), yang mencakup keadaan sadar terjaga (awareness) dan perhatian (attention) dan harus dibedakan dari proses mental seperti kognisi (perencanaan-pengawasan), motivasi, dan keadaan emosi (Brown & Ryan, 2003). Mindfulness harus dibedakan dari beberapa teori self-awareness yang mendapat perhatian selama hampir 30 tahun belakang, seperti Duval dan Wicklunds (1972) yaitu teori objektif self-awareness, Buss’s (1980) yaitu teori self-consciousness, dan Carver dan Scheier’s (1981) yaitu teori self-awareness pengetahuan mengenai diri (Bishop dkk, 2004; Brown & Ryan, 2003). Istilah consciousness digunakan untuk pengertian kesadaran diri secara lebih luas dan didukung munculnya Journal of Consciousness Studies di awal tahun 90an. Istilah awareness saat ini digunakan untuk pengertian keadaan sadar terjaga terkait keadaan internal dan eksternal individu.

Atau dalam uraian yang lebih sederhana mindfulness adalah proses hasil meningkatnya keadaan sadar terjaga dan perhatian yang terpusat pada keadaan internal dalam dirinya (mind-body) dan lingkungan di luar dirinya atas pengalaman keberadaannya di sini-saat ini; tanpa perlu mengelaborasi, tanpa penilaian, sebagai pengalaman terbuka dan penerimaan atasnya.

Mindfulness mengacu berada dalam keadaan kesadaran dari saat ini. Menjadi berarti sadar bahwa Anda mengamati apa yang terjadi di sekitar Anda, dan dalam diri Anda, tanpa penghakiman. Anda aktif menyadari pikiran, perasaan, dan pengalaman, tetapi Anda tidak bereaksi terhadap mereka sebagai baik atau buruk. Hal Ini akan membantu Anda untuk menjadi lebih sadar dan terfokus pada saat ini.

Mengapa harus mempraktekan mindfulness
Mindfulness memiliki banyak manfaat yang dapat membantu kesehatan mental dan fisik Anda. [1]
Ada beberapa cara tertentu di mana kesadaran dapat meningkatkan kesehatan meliputi:
  1. Memerangi depresi [2-5] 
  2. Membantu Anda untuk menurunkan berat badan [6,7] 
  3. Mengobati penyakit radang usus [8,9] 
  4. Mencegah penyakit kardiovaskular [10] 
  5. Mengelola nyeri kronis [8,11] 
  6. Gejala asma mengurangi [8] 
  7. Memperbaiki gejala dan manfaat kualitas hidup dengan multiple sclerosis [12] 
  8. Mengobati fibromyalgia [8,13,14] 
  9. Mengelola PTSD [15]
Latihan untuk menumbuhkan kesadaran untuk diri sendiri
Anda tidak perlu menjadi seorang meditator untuk bisa menikmati manfaat dari kesadaran diri sendiri. Bahkan, ada banyak cara untuk menggabungkan kesadaran ke dalam kehidupan Anda secara informal. Jika Anda baru mendengar dengan ide kesadaran dan menginginkan  dasar-dasarnya, dibawah ini Anda dapat mencoba melakukan latihan kesadaran secara menyenangkan dan sederhana :

1. Pergi untuk berjalan-jalan.
Ambil 30 menit sehari dan pergi berjalan-jalan di sekitar lingkungan (atau lebih baik lagi, di suatu tempat di alam terbuka). Saat Anda berjalan, menetapkan tujuan Anda untuk fokus pada lingkungan Anda. Memperhatikan apa yang Anda lihat, dengar, rasakan. Seperti apa udara yang terasa pada kulit Anda? Apa warna langit? Suara apa yang Anda dengar? Bagaimana rasanya untuk menggerakkan tubuh Anda? Dapatkan selaras dengan otot yang Anda gunakan untuk berjalan, bagaimana lengan berayun, dan apa kaki Anda merasa seperti memukul tanah pada setiap langkah. Tujuan Anda adalah untuk sepenuhnya merasakan perjalanan Anda, memperhatikan hal-hal di sekitar Anda seperti Anda belum pernah melihat sebelumnya.

2.Gunakan buku mewarnai kesadaran.
Saat ini, buku mewarnai tidak hanya untuk anak-anak. Anda sekarang dapat menemukan banyak buku mewarnai dewasa, yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dan mengurangi stres. Saya pribadi menyukai Color Me Calm, yang memiliki banyak koleksi yang menyenangkan, pola yang indah untuk mewarnai dengan kategori seperti pola air, pola geometris, dan pola-pola alami. Keluarkan kotak pensil berwarna, kemudian setel musik yang lembut, dan atur perhatian Anda pada halaman di depan Anda. Anda akan menemukan bahwa fokus pikiran dan perhatian pada satu latihan yang sederhana dan menyenangkan akan mengeluarkan rasa rileks dan lebih dalam keadaan sadar diri.

3. Makan dengan penuh kesadaran.
Makan adalah salah satu cara terbaik untuk memahami gagasan kesadaran. Pilih makanan kecil, seperti beberapa butir buah-buahan atau semangkuk kacang-kacangan, dan perlahan-lahan dan sengaja untuk mengamati saat makan makanan ringan Anda. Dengan memperhatikan apa yang anda rasakan pada makanan seperti bagaimana baunya, dan bagaimana rasanya di mulut Anda, Anda dapat menumbuhkan kesadaran yang kuat dari pengalaman langsung akan suatu sensasi.

4. Duduk di luar dan dengarkan.
Duduk di tempat yang damai di luar ruangan. Tidak masalah jika berada di balkon Anda, di bangku taman, atau di rumput. Tutup mata Anda, dan mulai fokus pada apa yang dapat Anda dengar di sekitar Anda. Apakah ada angin yang terasa? Anda dapat mendengar apa-apa yang bergerak di sekitar Anda, seperti serangga terbang atau tupai memanjat pohon? Apa yang dapat Anda dengar di kejauhan? Anda akan menemukan bahwa semakin lama Anda duduk, semakin Anda akan mulai melihat. Anda mungkin tidak mendengar pada saat awalnya. Contohnya suara kendaraan di kejauhan, atau gemerisiknya daun karena angin di pohon di atas Anda.

5. Bergabung dengan kelas meditasi atau pelatihan meditasi.
Ada banyak orang di luar sana, seperti Anda, yang ingin belajar teknik berlatih kesadaran. Pembimbingan dalam kelas atau pelatihan akan menjadi salah satu cara yang menyenangkan bagi orang-orang untuk bersama-sama belajar lebih banyak tentang teknik kesadaran diri. Pada umumnya ada panduan untuk bermeditasi, dilanjutkan dengan acara diskusi kelompok dan saling bersosialisasi satu sama lain. Dalam kelas ini akan mengajarkan Anda bagaimana melakukan meditasi, misalnya secara duduk atau berbaring, yang dapat Anda jadikan bagian dari rutinitas Anda di rumah.

Jika Anda ingin mengambil praktek kesadaran Anda ke tingkat berikutnya, mempertimbangkan untuk mengambil latihan kesadaran berbasis pengurangan stres (mindfulness based stress reduction / MBSR) saja. Ini umumnya dilakukan dalam beberapa pekan, yang dirancang untuk mengajarkan Anda bagaimana untuk berurat dan berakarnya kesadaran diri dalam kehidupan sehari-hari untuk membawa perubahan berkelanjutan. 

Carilah program MBSR di daerah Anda dengan instruktur terlatih, salah satunya yang saya rekomendasikan adalah melalui program Master erlangga yang dapat Anda baca di website babarkata.com atau kunjungi website Masterkoepink.

Mindfulness dapat membuat perubahan yang langgeng untuk kesehatan dan kesejahteraan
Bagi saya, melakukan latihan mindfulness secara sengaja membuat hidup memiliki perbedaan yang besar. Setelah saya memahami sepenuhnya dan mengerti bahwa memikirkan masa lalu dan mengkhawatirkan masa depan akan membuat saya stres, saya menyadari sepenuhnya untuk menikmati dan bersyukur untuk keadaan saat ini. Saya telah menyadari bahwa saya telah menjadi jauh lebih tenang, memiliki kepuasan dan rasa menyenangkan setelah menerapkan mindfulness dalam kehidupan saya. Dan kesehatan saya telah meningkat lebih baik.

Mindfulness dapat dilakukan setiap saat. Misalnya, sambil duduk dikendaran saat di jalan, mencoba untuk tidak khawatir bagaimana kalau saya datang terlambat atau bagaimana frustasinya saat terkena kemacetan yang parah; sebaliknya, saya akan mencoba untuk merasakan alam pemandangan di sekitar saya dan melihat betapa indahnya langit, atau indahnya gedung-gedung pencakar langit.
Bila saat hujan, rasakan begitu segarnya alam, turut merasakan bersyukurnya para petani atau orang-orang di daerah yang sedang terkena kekeringan. Bila malam merasakan begitu damainya keadaan malam, Saat di pagi hari merasakan sejuknya hawa udara pagi dan hangatnya sinar mentari. 

Demikianlah beberapa tips latihan kesadaran diri (mindfulness) yang dapat anda terapkan dalam kehidupan anda sehari-hari yang semoga dapat bermanfaat bagi Anda dan orang-orang disekitar Anda.

Segala puji bagi Allah, penguasa alam semesta.

Diolah dari pengalaman pribadi dan berbagai sumber
(Thank you Chelsea Clark)
-------------------------------------
[1] Ann Fam Med. 2015 Nov;13(6):573-82.
[2] Lancet. 2015 Jul 4;386(9988):63-73.
[3] J Consult Clin Psychol. 2010 Apr;78(2):169-83.
[4] J Consult Clin Psychol. 2015 Oct;83(5):964-75.
[5] Nurs J India. 2014 Nov-Dec;105(6):248-51.
[6] J Behav Med. 2015 Nov 12. [Epub ahead of print]
[7] Int J Behav Med. 2015 Oct 19. [Epub ahead of print]
[8] Aust N Z J Psychiatry. 2015 Sep 29. pii: 0004867415607984.
[9] Inflamm Bowel Dis. 2015 Nov 2. [Epub ahead of print]
[10] Curr Cardiol Rep. 2015 Dec;17(12):112.
[11] Forsch Komplementmed. 2015;22(5):298-303.
[12] BMC Neurol. 2014 Jan 17;14:15.
[13] Ann Behav Med. 2015 Jun;49(3):319-30.
[14] J Psychosom Res. 2013 Dec;75(6):500-10.
[15] JAMA. 2015 Aug 4;314(5):456-65.

Rabu, 23 Desember 2015

4 Coffee Health Risks And How to Avoid Them

Drinking coffee can be good for you if you avoid these coffee health risks. (How you brew your coffee is key.)

Recently, coffee has gotten a lot of attention. Researchers seem to be continually coming up with new research showing that contrary to previous belief, coffee is actually pretty good for you. But before you go out and start drinking more of it, you should be aware of the numerous coffee health risks that can arise from bad habits and bad brewing methods.

COFFEE HEALTH RISKS

1. Coffee makers can leach metals into your coffee.

A study from November 2015 found that some coffee machines can lead to increased levels of metals like nickel, copper, zinc, chromium, and lead in coffee. In particular, they found that some coffee machines, particular espresso portafilter machines, leach dangerously high levels of lead.[2]
 
The researchers recommend careful rinsing of the machine, especially when you decalcify your appliance.

2. Coffee makers, filters, cups, and more can be sources of BPA.

The appliances and dishware that are used to prepare and drink coffee can be risky sources of bisphenol A (BPA). BPA is considered an endocrine disrupting chemical, meaning that it interferes with normal hormone function in the body. BPAs are implicated in obesity, diabetes, and cardiovascular disease. 
 
Plastic parts, including those inside your coffee machine, in the coffee filter used for your drip coffee, or the inside of your travel mug, can all include BPA. So look for BPA-free versions of these items, and better yet, opt for stainless steel or ceramic alternatives instead. Canned coffee drinks can also be sources of BPA.[3]

3. Coffee can be dangerous for people with high blood pressure.

Researchers have also found that coffee isn’t good for young adults with hypertension.  Heavy coffee drinkers were 4.3 times more likely to experience a negative cardiovascular event like a heart attack, and they were also significantly more likely to develop prediabetes that non-coffee drinkers.[4]

4. Caffeine can interfere with sleep.

If you drink coffee too late in the day, the caffeine may keep you awake and lead to problems like insomnia. Be sure to avoid drinking coffee later in the day to avoid these detrimental effects on getting restorative sleep.
Health benefits of coffee
Coffee is certainly not all bad. On the contrary, it can lead to some significant health benefits. It is high in antioxidants, which make it a health-promoting drink. In fact, a study published in the journal Circulation found that moderate coffee intake (one to five cups per day) was associated with a lower risk of mortality.[1] In particular, coffee seemed to protect against deaths from cardiovascular disease, neurological diseases, and suicide.

HEALTHY COFFEE CONSUMPTION

Research suggests that moderate coffee consumption can be part of healthy lifestyle for most people. Take these tips into consideration:
  1. If you have hypertension, avoid coffee.
  2. Drink no more than four or five cups per day.
  3. Set a time in the afternoon after which you stop drinking coffee to make sure it isn’t interfering with your sleep. 
  4. The safest brewing method may be to make drip coffee, using a ceramic or stainless steel filter cup. Be wary of coffee machines, especially those lined with plastics that may contain BPA or that may leach metals. If you have an older machine, be particularly careful.

Chelsea Clark    
---------------------------------------------------------------------
[1] Circulation. 2015 Nov 16. [Epub ahead of print]
[2] Food Addit Contam Part A Chem Anal Control Expo Risk Assess. 2015 Nov;32(11):1959-64.
[3] J Hum Lact. 2015 Aug;31(3):474-8.
[4] European Society of Cardiology Press Release. 2015 Aug 29.